Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Ambisi vs Realisasi

Di akhir tahun lalu, aku berniat untuk memperbaiki kemampuan menulis. Setelah pemikiran panjang, sampailah pada suatu keputusan untuk rutin menulis satu blogpost per minggu selama 2021. Sounds perfect, eh? Not really.  Ambisi hanya sekedar ambisi. Dua bulan awal masih aman, tiap minggu masih rajin menulis di blog. Yaaah, walau harus dengan pemaksaan agar menemukan ide dan meniatkan diri menulis dengan khidmat. Terus gimana di bulan-bulan selanjutnya? Gatot beb. Unfortunately.  Per aku menulis ini, aku masih hutang sekitar 7 atau 8 artikel untuk memenuhi target menulis 1 blogpost per minggu. Banyak yaaah. Ini padahal sudah berusaha untuk membayar hutang blogpost juga loh. At least sudah ada niatanya.  Ambisi kadang terlihat mudah digapai. Kadang juga kurang realistis, sampe harus diingetin orang dulu untuk tetap napak ke bumi. Dan ambisi kadang ga sejalan dengan realisasi.  Terlalu banyak variabel yang mempengaruhi dan tidak kita atur demi tercapainya semua ambisi. Ta...

Basa Basi Lebaran

Gambar
Lebaran harusnya happy yah. Momen sekali setahun, habis puasa sebulan, saat pas juga untuk silaturahmi pada sanak saudara pula. Namuuuun, biasalah umat manusia jaman sekarang. Kadang ada aja yang bikin ngga nyaman karena bahasan topik basa basi yang nyerempet ranah privasi. Terlalu personal shay.  Source: Freepik "Eh apa kabar?" " Udah lama nih ga ketemu.....  " " Udah lulus belum sih? Oh, masih skripsian ya? " " Udah sampe bab berapa? Dikerjain dong skripsinya jangan main terus. "   " Pandemi kok malah makin subur?  " " Eh kok jerawatan sih sekarang?  " " Masih sendiri aja? " " Kapan nikah? " " Oh mau lanjut sekolah lagi? " " Gak kelamaan? Nanti keburu expired lho. " Familiar enough? HAHAHAHA. Mulut orang nih ya kenapa ringan amat nanyain ini itu yang bukan urusan dia. Ya Allah, ingin ku berkata kasar. Perasaan ga nyaman mungkin banget terjadi dan respon serta penerimaan dari masing-mas...

Masih Ada Orang Baik di Bumi Ini

Gambar
Source: Freepik Suatu hari tiba-tiba motorku mati pas lagi nanjak pulang dari makan malam bareng temen.  Kondisi saat itu malam hari, lampu jalanan cukup jarang ditambah pula rindangnya pepohonan.  Menepilah aku, dengan harapan motornya ga kenapa-napa. Cukup remang. Eh ga berapa lama ada abang-abang menepi dan bertanya motor aku kenapa dan butuh dibantu apa. Oh why so kind? Kejadian kedua, berkaitan sama motor lagi. Di deket kos tiba-tiba motor mati tanpa sebab. Semacam tiba-tiba mak pet aja gitu. Cobalah aku untuk standar tengah dan starter manual. Ga berapa lama ada bapak-bapak, bantuin aku juga. Bahkan sampe rela bantu dorong motor sambil jalan sampe depan gang.  Oh why so kind? (2) Another episodes of kemalangan bersama motor. Ketika sedang ngebut ngejar lampu ijo dalam keadaan gerimis habis hujan, motorku selip dan aku jatuh ada kali gesrek  meteran di aspal. Guess what? Ada orang-orang baik yang kembali menolong. Bawain totebagku yang melayang entah kemana, ban...