Press Pause - Mengambil Jeda
If only life comes with manual.
You wish!
Hidup tuh suka ga terduga, ga pernah tau bagaimana semesta akan membawa. Kalo dalam Islam si sepertinya semacam suratan takdir yang tertulis dan cuma Allah yang tahu. Dianjurkan untuk berusaha dan ikhlas pada apapun hasil yang terjadi. Berserah. Emangnya gampang? Ya kalo gampang semua orang di dunia juga udah ngelakuin dong beb.
Berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan kadang terasa menghimpit. Iya terasa aja, padahal kalo diperhatikan dan disadari dengan kerendahan hati yaaaa gak drama-drama amat. Pernah tiba-tiba ngalamin banyak hal terjadi dalam waktu yang berdekatan. Panik, tolong! Pas maksa nyelesein, gak ada yang bener. Kenapa? Karena ngerjainnya ga dalam kondisi yang jernih, butek aja itu otaknya. Kelar sih, tapi ya gitu b aja semuanya. Padahal si perfeksionis mana lah bisa selow melihat rumput tetangga lebih hijau. Eh tapi bukan di sini poinnya.
Menjadi sadar dan berkesadaran dalam menjalani semua hal itu penting. Kadang kita autopilot aja ngerjain ini itu padahal gak semuanya perlu dilakuin. Kadang ngambil keputusan ini dan itu juga tidak dalam keadaan tenang dan berpikiran dingin. Jatohnya banyak yang ga sesuai planning. Mau metode dan strategi yang dipake seoke apapun, kalo semesta tidak mengamini ya mana bisa. Kadang pikiran kalut dan hati yang tidak tenang bikin kita terburu-buru dalam melangkah dan hasilnya zonk.
Pas ngobrol sama seorang psikolog, akhirnya disarankan untuk mencoba mengambil jeda. Gimana tuh? Iya, diem dulu sebelum memutuskan bertindak lebih jauh. Diem dan menyadari apa saja yang ada di depan mata, bagaimana kondisi diri dalam menghadapinya, menenangkan tubuh jiwa dan pikiran. Ketika sudah agak kalem, baru deh menentukan mau ngelakuin apa aja. Niscaya, pilihan yang dibuat secara sadar akan lebih fulfilling. Kalo hasilnya bagus ya syukur. Kalo nggak yaudah kan udah usaha. Take it easy karena hati dan pikirannya udah dibawa kalem.
Memang tidak mudah. Kadang berasa kok bukannya gercep malah diem diem bae. Daripada gercep tapi bubar semua? Mending mundur dikit tapi lebih bisa dipertanggungjawabkan. Jadi mulai sekarang, gapapa kok mengambil jeda ketika dibutuhkan. Lagi overwhelmed ama pelajaran sekolah, mata kuliah kampus, kerjaan, bingung kudu ngapain dulu. Ambillah jeda sejenak. Bisa dinikmati dengan bernapas, dengerin lagu yang disukai, journaling, apapun yang menjadi momen transit sebelom bergerak kembali. Nggak egois kok, nggak salah sama sekali. Yang penting tetap bertanggung jawab dan berkesadaran. Because you matter!

Komentar
Posting Komentar