Love Scene Number (23) Review - Memahami lebih dalam tentang makna sebuah hubungan

 
Diambil dari instagram @pilar_pkbi

Ini kali keduaku menjadi kontributor konten annyeong Pilar di instagram @pilar_pkbi. Annyeong Pilar adalah berisi "review" drama korea dari sudut pandang hak kesehatan seksual dan reproduksi. Sebagai penikmat drakor, tentu saja aku bahagia bisa memberi manfaat hanya dari berbagi moral value pasca nonton drakor. Post kali ini akan kurang lebih sama dengan apa yang aku tulis di instagram @pilar_pkbi. Jadi, kalau butuh visual yang lebih menarique, bisa kunjungi instagram nya di sini ya. 

Nah, tempo hari di timeline twitter, sempat ada yang membahas tentang drama korea Love Scene Number. Ini masih baru banget, tayang 2021 ini. Hanya terdiri dari 8 episode saja, yang berupa penggalan kisah 4 orang wanita dari berbagai usia. Kebetulan aku baru nonton dua episode awal, yaitu kisah 23. Kisah ini merupakan kisah seorang mahasiswa psikologi bernama Nam Doo Ah yang berusia 23 tahun. 

Kisah bermula dengan Nam Doo Ah yang berkencan dengan 3 cowok secara bersamaan. Dia sih berdalih sedang melakukan riset tentang poliamori (hubungan dengan lebih dari 1 orang), tapi sepertinya memang dia enjoy aja menjalaninya. Dia merasa pacaran itu adalah hubungan saling memberi. Jadi dia memang memenuhi kebutuhan berbeda dari ke-3 pacarnya. Cowok 1 adalah adik kelas di kampusnya khusus untuk pacaran gemes. Cowok 2 adalah kakak kelas di kampusnya, dipacari karena kebutuhan yang berkaitan dengan  tugas kampus. Cowok 3 adalah seorang cowok yang entah dari mana, tapi dipacari khusus untuk memenuhi hasrat seksual Nam Doo Ah.

Nah, ada cowok keempat nih. Tapi bukan pacar, sahabat rasa pacar gitu deh. Nam Doo Ah juga memanfaatkan perasaan Do Han Wool, sahabat cowoknya yang tinggal di bawah apartemennya. Suatu hari, seseorang mem-posting foto dirinya yang diambil secara diam-diam ke situs komunitas online kampusnya yang bilang kalo mereka akan segera mengekspose seorang mahasiswa yang memacari 3 cowok sekaligus. 

Nam Doo Ah yang tau itu adalah foto dirinya, langsung spaneng ngeliat ada postingan begitu di web kampus. Nah bagaimana Nam Doo-ah menanggapinya? Ia yakin bahwa postingan ini pasti ditulis oleh salah satu pacarnya. Di tengah penyelidikannya, Ia menemukan bahwa ketiga pacarnya tidak seperti yang ia kira. Cowok 1 sebenernya adalah cowok matre yang macarin cewek demi barang-barang mahal. Cowok 2 sebenernya suka jelek-jelekin dia di belakang. Dan cowok 3, walau ganteng tapi ternyata dia ga lebih dari seorang narsistik. Akhirnya Nam Doo Ah memutuskan hubungan dengan ketiga cowok itu. 

Di sisi lain, hubungan dengan sahabatnya pun menjadi renggang karena sahabatnya mengungkapkan cinta kepadanya. Nam Doo Ah bingung harus jawab apa. Menurut Nam Doo-ah, hubungan romantis a.k.a pacaran tu ada masanya, kapan saja bisa putus. Nam Doo Ah tidak mau mengorbankan persahabatannya dengan Do Han Wool. Yaudahlah mundur teratur dong si sahabat korban friendzone ini. Namun, ketika Do Han Wol menjauh, Nam Doo Ah secara tidak sadar mulai merasa sedih dan kehilangan. Nam Doo Ah merenung dan berusaha memahami apa yang terjadi pada dirinya. Setelah Ia cermati lebih dalam, ternyata hatinya hampa selepas kepergian Do Han Wol. 

Dulu, Nam Doo Ah mengalihkan perhatiannya ke pacar-pacarnya dan merasa kebutuhannya sudah terpenuhi. Jalan ama sahabat mah tetep, tapi sebagai pelengkap aja gitu deh. Nah sekarang Nam Doo Ah mulai menyadari bahwa yang selama ini dia butuhkan adalah sahabatnya yang selalu setia. Ketika Do Han Wool pergi, Nam Doo Ah merasa ada bagian yang hilang di jiwanya. Mungkin udah mulai sayang tapi denial kali ya? Nah terus endingnya gimana Ka? Tonton aja sendiri deh. Kisah Nam Doo Ah ini heartwarming kok, walau cewek ini agak sedikit gesrek. 

Nah apa aja yang bisa dipelajari dari Nam Doo Ah?

Kadang kita malu buat jujur sama diri sendiri dan berakhir mengambil keputusan yang salah. 

Seperti Nam Doo Ah yang denial sok sok butuh pacar banyak padahal sebenernya Doo Han Wool aja cukup. Turns out pacarnya ga ada yang beneran sayang sama dia.  

Kadang kita takut untuk mengambil keputusan karena takut kehilangan sesuatu yang berharga. 

Seperti Nam Doo Ah yang takut menerima cinta Doo Han Wool karena ga mau kehilangan sahabatnya jika kelak dalam hubungan romantis akan berantem dan berujung berpisah.  

Padahal....

Ketika kita sudah benar-benar memahami diri sendiri, maka semesta akan membantu kita memilih keputusan yang tepat. 

Seperti Nam Doo Ah yang akhirnya ... (ah nanti spoiler, gajadi deh....)  

Oh ya satu lagi ....

Jangan menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain, karena our heart know what it wants.

Seperti Nam Doo Ah yang mengalai kebahagiaan semu dengan pacar-pacarnya. Namun ketika ternyata semua itu fana, Ia merasa kosong.  

Jadi, mari kita berefleksi dan lebih mengenal diri sendiri.

Bisa jadi apa yang selama ini kita anggap benar dan paling baik malahan sesuatu yang justru menimbulkan masalah bagi kita.

Selalu sediakan ruang curiga pada diri sendiri karena di situ kita akan belajar dan bertumbuh. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Going Inside

Belajar Mencintai dari Mr. Queen

Press Pause - Mengambil Jeda